Judul Buku : Nobody’s Boy (Sebatang Kara)
Penulis : Hector Malot (1830-1907)
Genre : Novel Klasik
Genre : Novel Klasik
Penerjemah
: Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun
Terbit : 2010
Halaman
: 378
Remi dalam serial TV. (imdb.com)
Nobody’s Boy berkisah tentang anak laki-laki tampan bernama Remi yang tinggal
di pedesaan Prancis, Chavannon. Di sana ia tinggal bersama Ibu Barberin yang
baik hati, yang ia pikir adalah ibu kandungnya. Namun, pada suatu hari, suami
Ibu Barberin yang tinggal di Paris kembali pulang dan menyuruh Remi pergi. Ia
tertimpa perancah batu sehingga tidak bisa bekerja lagi, dan merasa kehadiran
Remi akan menyusahkan hidupnya. Di situlah Remi mengetahui kalau ia bukanlah
anak kandung dari Ibu Barberin, dan ternyata ia hanyalah anak pungut yang
ditemukan Bapak Barberin di Paris.
Perjalanan panjang bersama Signor Vitalis, memberinya banyak sekali pelajaran hidup. Remi juga belajar membaca dan bermain musik selama perjalanannya. Sikap Signor Vitalis yang cukup dingin, namun sangat baik, membuat Remi sangat menyayanginya hingga ia menganggapnya sebagai ayahnya sendiri. Namun, perjalanan hidup Remi tak seindah yang dibayangkan. Ia menemukan berbagai cobaan, musibah, tapi juga keluarga dan teman sejati.
My Review
Bagi
saya, cerita ini bagus sekali. Pada awalnya terasa mengharu biru banget, dan
saya langsung jatuh cinta pada si tokoh utama, Remi. Saya juga menyukai Signor Vitalis
yang sangat bijaksana. Dari segi penulisan, karena memakai sudut pandang orang
pertama, yakni Remi sendiri, saya merasakan dengan jelas perubahan cara
berpikirnya, ketika ia masih kanak-kanak hingga remaja.
Waktu masih kecil, ia adalah anak berumur delapan tahun yang haus kasih sayang dan sering ketakutan. Semakin lama, terasa kalau Remi mulai berpikir dewasa, meski umurnya masih belasan tahun. Meski, sisa-sisa takutnya masih ada juga sih. Itu bagian yang paling saya suka dari cerita ini.
Waktu masih kecil, ia adalah anak berumur delapan tahun yang haus kasih sayang dan sering ketakutan. Semakin lama, terasa kalau Remi mulai berpikir dewasa, meski umurnya masih belasan tahun. Meski, sisa-sisa takutnya masih ada juga sih. Itu bagian yang paling saya suka dari cerita ini.
Kisah yang berjudul asli Sans Famille (Tanpa Keluarga) ini diterbitkan pertama kali di Perancis pada tahun 1878, dan sampai sekarang tetap menjadi salah satu karya sastra terbaik. Menurut saya, buku ini adalah salah satu yang layak dibaca dan dikoleksi. ^^
